SMK Kesehatan Airlangga

Jl.S. Parman (Gn.Guntur) No.14 Balikpapan Telp : (0542) 415285

Truly Health Vocational School

Mengenal Penyakit Varises oleh Start-up Varises Indonesia

Kamis, 11 April 2019 ~ Oleh SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan ~ Dilihat 136 Kali

Varises merupakan kondisi di mana terjadi pelebaran dan berkelok-keloknya pembuluh darah balik/vena. Penyakit ini paling sering menyerang tungkai bawah. Varises lebih sering menyerang jenis kelamin wanita dibandingkan dengan laki-laki dengan segala faktor resiko yang menyertai. Awalnya penyakit ini tidak bergejala, namun lama kelamaan akan muncul rasa nyeri.

Varises Indonesia merupakan sebuah produk yang lahir dari keprihatinan akan kesadaran masyarakat terkait penyakit ini. Pada dasarnya penyakit ini tidak hanya mengganggu aktifitas dan kualitas hidup, tapi juga mengganggu secara kosmetik. Namun demikian, masyarakat sendiri masih sering kebingungan ke mana harus mencari penanganan dan apakah varises itu sendiri. Kami berdiri sebagai wadah bagi masyarakat dalam menemukan informasi dasar ataupun baru terkait varises dan juga konsultasi secara online dengan ahli di bidangnya.

GEJALA DAN TANDA VARISES

Secara klinis, gejala varises dibagi ke dalam beberapa stadium klinis:

Stadium I: Pada stadium ini aliran darah vena yang terhambat mencoba mencari “jalan lain” untuk mencapai bagian atas tubuh ke jantung melalui vena-vena penghubung vena luar/bawah kulit (superficial) dengan vena dalam (profunda).  Hal ini mengakibatkan sensasi rasa pegal, nyeri, linu, cepat lelah, ”kemeng” atau kebas pada kaki, hingga kaki tampak bengkak setelah melakukan pekerjaan yang melibatkan tungkai dalam waktu lama (cth. Berjalan lama, berdiri lama). 

Stadium II: Aliran darah vena yang terus-menerus masuk melalui vena penghubung menyebabkan vena-vena tersebut mengalami kelelahan (insufisensi) dan tidak dapat menampung aliran darah. Terjadi arus balik dan akhirnya memenuhi vena yang terletak di bawah kulit (superficial). Sehingga pada stadium ini, selain gejala pada stadium I yang makin memberat, juga muncul tanda berupa pelebaran vena (venaektasia) yang dapat terlihat dari bawah kulit.

Stadium III: Pelebaran vena yang terus terjadi pada vena bawah kulit (superficial) mengakibatkan katub vena tidak lagi dapat menahan aliran darah balik (insufisiensi). Sehingga aliran darah kembali ke vena bagian bawah tubuh. Beban volume ini mengakibatkan vena menjadi memanjang, berkelok, dan melebar. Hal ini mengakibatkan gejala-gejala yang dirasakan makin memberat.

Stadium IV: Aliran darah vena yang terkumpul di bagian bawah tubuh berputar-putar pada satu bagian tungkai itu saja dan mempengaruhi peredaran metabolit pada daerah tersebut. Jaringan akan mengalami iskemik (kekurangan O2), terjadi kelainan trofik, dan bengkak yang konstan. Kemudian menyebabkan timbulnya luka yang sulit sembuh disertai terbentuknya bekuan darah (thrombus) pada pembuluh darah kecil yang disebut ulkus varikosum/static ulcer. Ulkus varikosum mempunyai gejala dan tanda berupa kulit kemerahan, kering, bengkak, terasa nyeri dan/atau gatal.

sumber: https://varisesindonesia.id/main/service/detail/6/gejala-dan-tanda-varises

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Firmansyah, S.Pd.

Alhamdulillahi Rabbil 'alamiin Segala Puji bagi Allah seru sekalian alam, Sholawat atas junjungan Nabi Muhammad SAW suri tauladan terbaik sepanjang…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apakah Website ini membantu anda mengenal lebih jauh tentang SMK Kesehatan Airlangga?

LIHAT HASIL