SMK Kesehatan Airlangga

Jl.S. Parman (Gn.Guntur) No.14 Balikpapan Telp : (0542) 415285

Truly Health Vocational School

Selamat Hari Antikorupsi Internasional 9 Desember 2019

Senin, 09 Desember 2019 ~ Oleh SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan ~ Dilihat 186 Kali

"Praktik korupsi sangat melukai perasaan kaum miskin. Korupsi menjadi penyebab utama memburuknya perekonomian suatu bangsa, dan menjadi penghalang upaya mengurangi kemiskinan dan pembangunan."

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan di hadapan 191 anggota Majelis Umum PBB pada 30 Oktober 2003 silam. Empat puluh hari kemudian, PBB menyetujui Perjanjian Antikorupsi pertama di dunia. Perjanjian tersebut ditandatangani di Merdia, Meksiko pada 9-11 Desember 2003. Waktu penandatanganan perjanjian tersebut kini diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia, yaitu pada 9 Desember setiap tahunnya.

Ditetapkan PBB Dilansir dari laman Anti-Corruption Clearing House (ACCH) milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Konvensi PBB tentang Antikorupsi diadopsi dalam Sidang Majelis Umum ke-58 melalui Resolusi Nomor 58/4 pada tanggal 31 Oktober 2003. Penyusunan perjanjian tersebut bermula ketika Majelis Umum PBB dalam sidang ke-55 melalui Resolusi 55/61 pada 6 Desember 2000 memandang perlu merumuskan instrumen hukum internasional terkait antikorupsi.

Instrumen hukum internasional itu diperlukan untuk menjembatani sistem hukum yang berbeda dan sekaligus memajukan upaya pemberantasan korupsi secara efektif. Majelis Umum kemudian membentuk komite ad hoc yang bertugas merundingkan draf perjanjian. Butuh waktu dua tahun bagi komite yang diisi oleh negara-negara anggota PBB itu untuk merampungkan penyusunan draf tersebut. Setelah draf rampung disusun, perjanjian itu kemudian diajukan ke Majelis Umum PBB untuk disetujui. Dilansir dari Harian Kompas, Kofi Annan menyatakan, perjanjian yang telah disusun itu merupakan sebuah terobosan besar dalam upaya mengembalikan aset negara yang dikorup oleh orang tak bertanggungjawab. Terlebih bagi negara-negara berkembang, yang khawatir bila praktik korupsi justru akan membuat kesejahteraan masyarakat terenggut.

Perjanjian itu menetapkan tindakan suap, penggelapan, dan pencucian uang publik sebagai sebuah tindakan kejahatan. Ketetapan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya UU di setiap negara yang akan mengurangi praktik korupsi serta membuat pemerintah di masing-masing negara membongkar praktok korup di segala lini, dan mengembalikan hasil kejahatan korupsi itu kepada negara. Di dalam perjanjian itu juga disebutkan bahwa segala bentuk tindakan penghalangan penyelidikan merupakan sebuah kejahatan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama di tingkat internasional untuk mengantisipasi tindakan korupsi, menyelidiki, dan menuntut para pelakunya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Sejarah Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia...", https://nasional.kompas.com/read/2019/12/09/05060041/ini-sejarah-peringatan-hari-antikorupsi-sedunia-?page=all.
Penulis : Dani Prabowo
Editor : Bayu Galih

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Firmansyah, S.Pd.

Alhamdulillahi Rabbil 'alamiin Segala Puji bagi Allah seru sekalian alam, Sholawat atas junjungan Nabi Muhammad SAW suri tauladan terbaik sepanjang…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apakah Website ini membantu anda mengenal lebih jauh tentang SMK Kesehatan Airlangga?

LIHAT HASIL

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: Module 'imagick' already loaded

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: